cara budidaya cabe merah besar
Tanaman

Begini Cara Budidaya Cabe Merah Besar Yang Benar dan Baik

Indonesia, negeri dimana sebagian besar masyarakatnya menyukai makanan bercita rasa pedas. Tak ayal, hanya di sini kita bisa menemukan berbagai macam jenis sambal. Mulai dari sambal terasi, sambal ijo, sambal korek sampai sambal mangga muda. Sedap sekali! Nah, untuk mempercantik tampilan, pasti digunakan cabe ini, namanya cabe merah besar.

Cabe merah besar (capsicum annum) memiliki warna merah terang. Konon, mengkonsumsi cabe bisa membuat jantung sehat, awet muda, terhindar dari kanker dan nafsu makan bertambah. Cabe jenis ini laku keras di pasaran, oleh karenanya saya akan informasikan bagaimana cara budidaya cabe merah besar yang benar.

cara budidaya cabe merah besar

  1. Seleksi Benih

Berbeda dengan cabe rawit, saat budidaya cabe merah besar anda harus membeli terlebih dahulu bibitnya di toko pertanian. Ini dikarenakan bibit unggul cabe merah hanya di dapat pada saat masa panen ke empat sampai ke enam saja. Selebihnya, kualitas cabe semakin menurun dan tidak layak dijadikan bibit.

Apabila anda ingin membeli bibit yang sudah jadi, pastikan tanaman tidak cacat, subur dan perakarannya kuat. Sebelum memulai untuk penyemaian, bagi anda yang ingin bercocok tanam secara organik, anda harus merendam biji cabe dengan fungisida dan air hangat semalam penuh. Perendaman dimaksudkan agar biji cabe terhindar dari hama.

Apakah biji yang sudah di rendam bisa langsung di semai? Tentu tidak, karena anda masih harus mengeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari sampai benar – benar kering.

  1. Persiapan Media Tanam

Media tanam di buat dari campuran tanah, kompos dan pupuk kandang. Di campur secara merata, halus dan gembur dengan perbandingan sama banyak. Taruh campuran tersebut di plastik ukuran 1 ons yang telah di gunting dua sisi bawahnya atau menggunakan polybag kecil yang lebih praktis.

  1. Penyemaian Benih
READ  Cara Budidaya Cabe dalam Polybag Yang Baik dan Benar

Cabe merah besar membutuhkan kelembapan dan penyinaran yang stabil sehingga anda perlu menyiapkan jaring – jaring. Berapakah biji cabe yang anda perlukan? Sebagai patokan saja, dalam satu hektare lahan, anda membutuhkan setengah kilogram biji cabe. Penyemaian dilakukan di polybag yang sudah anda siapkan tadi. Langkah selanjutnya yaitu menanam biji sedalam 1 – 2 cm di masing – masing media tanam.

Tata polybag secara rapi, lalu siram perlahan. Usahakan penyiraman dilakukan dengan gembor agar air bisa jatuh merata dan perlahan. Karena masih awal fase pertumbuhan, sebaiknya tutup polybag dengan koran agar proses kecambahnya lebih cepat. Umumnya, pertumbuhan dimulai menginjak 7 hari setelah penanaman. Tanaman yang layak untuk di pindahkan atau di tanam, yaitu tanaman yang memiliki 4 – 6 daun atau berusia 1.5 bulan.

  1. Penanaman Cabe

Selagi menunggu bibit siap tanam, luku lahan terlebih dahulu sedalam kurang lebih 40 cm dan dibuat bedengan. Ukuran ideal untuk bedengan yaitu 100 cm sedangkan paritnya 80 cm. Tambahkan pupuk kandang ke bedengan tersebut secara merata. Tutup bedengan dengan plastik mulsa. Lubangi plastik mulsa dengan pola zig zag berjarak 65 cm.

Tanamlah bibit ke dalam lubang bedengan secara hati- hati, robek polybagnya dan tutup perakaran dengan tanah. Usahakan penanaman selesai dalam satu hari dan dilakukan saat pagi atau sore hari saja agar tanaman tidak rusak.

  1. Perawatan

Merawat cabe merah besar cukup dilakukan dengan rutin menyiram minimal 2 kali sehari atau pastikan tanah lembab. Tidak bisa di pungkiri, tanaman ini cukup sering terkena hama dan penyakit sehingga pemilik juga harus sering – sering memperhatikan tanaman dan menyiangi dari rumput liar. Cabe merah besar sudah dapat di panen setelah berumur 75 hari paska tanam.

READ  Cara Budidaya Cabe dalam Polybag Yang Baik dan Benar

Tinggalkan Balasan